Rabu, 02 Oktober 2013

Pilih pembalutmu


Cari tahu cara memilih pembalut yang pas dari dr Bramundito, SpOG, dan dr Susie Rendra, SpKK, dari Rumah Sakit Pondok Indah.
  1. Cara pertama memilih pembalut yang pas adalah memilih permukaan pembalut yang halus. “Permukaan yang kasar mudah menyebabkan iritasi, terutama jika kondisi kemaluan sangat lembab,” papar Susie. Kedua, pilih pembalut berdaya serap tinggi agar kemaluan tidak mudah lembab. “Ketiga, tidak mengandung pewangi dan terakhir, cari pembalut bermaterial tidak terlalu padat agar sirkulasi udara di sekitar kemaluan tetap terjaga,” urai Susie.
  2.  Pernahkah kulit di area vagina Anda mengalami iritasi saat menggunakan pembalut? Menurut Susie, “Alergi atau iritasi yang dialami tiap wanita saat menggunakan pembalut berbeda-beda penyebabnya.” Bisa karena tidak cocok dengan bahan, terlalu tebal atau tipis, pewangi, atau bagian “sayap”.“Jika alergi atau iritasi terjadi setelah penggunaan pembalut tertentu, segera ganti pembalut,” tegas Susie. Ia menegaskan, jangan merasa rugi dengan pembalut yang sudah telanjur dibeli serta segera gunakan pembalut merek lain.
  3. Bicara soal “sayap” alias wing pada pembalut, Susie menuturkan, semua tergantung kenyamanan pemakai. “Ada yang cocok dan ada juga yang tidak suka sebab selangkangan mudah iritasi karena gesekan,” ucap Susie.
  4. Apakah Anda terbiasa mencuci pembalut bekas? Menurut Susie, hal ini sama sekali tidak perlu. “Fungsi pembalut itu menampung darah kotor. Sifatnya yang disposable (dapat dibuang, Red.) memungkinkan produk ini dibuang setelah digunakan.” Jika Anda mencucinya, gel di pembalut justru akan keluar bersama darah dan mengotori area sekitar. “Ini malah tidak higienis,” tegas Susie. Pembalut bekas justru harus disimpan di kantong kertas yang ramah lingkungan sebelum dibuang. “Setelah itu, cuci tangan dengan sabun sampai bersih,” pesan Susie.
  5. Dalam sehari, perempuan harus mengganti pembalut sesuai volume darah yang keluar. “Jika sedang deras, usahakan sesering mungkin. Biasanya di hari-hari terakhir, kan, darah yang keluar tidak banyak lagi, gantinya bisa 1 – 2 kali saja,” papar Susie.
  6.  Pantyliner sebaiknya digunakan saat masa subur karena produksi cairan di fase ini lebih banyak daripada biasanya. Akan tetapi, jika Anda menggunakan pantyliner setiap hari, senantiasa perhatikan kondisi vagina. “Apakah ada keluhan? Seperti iritasi, alergi, gatal, atau lainnya? Jika ada, sebaiknya dihentikan,” kata Susie.
  7. Pilihlah pantyliner atau pembalut yang tidak mengandung pewangi. “Kandungan pewangi pada pembalut dan pantyliner berpotensi mengiritasi kulit, terutama bagi pemilik kulit kering,” ujar Susie.

Kanker serviks dan wanita

Saat ini, banyak pembalut – pembalut beredar di sekeliling kita. Di tambah lagi marak iklan – iklan pembalut yang dapat menghipnotis mata para konsumennya. Harga pun bersaing, tentu bagi orang awam harga menjadi patokan. Bagaimana tidak, semakin melonjaknya harga – harga kebutuhan dan sulitnya peningkatkan pendapatan membuat orang menyepelekan masalah pembalut yang dibeli. 

Dari 50.902 wanita subur di Jakarta, sekitar 3,64% positif menderita kanker serviks. Atau setiap tiga hari, ada dua wanita meninggal akibat kanker serviks (hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jakarta di rumah-rumah sakit dan puskesmas di Jakarta). Menurut Kepala Dinas kesehatan Pusat DKI Jakarta, Dien Emmawati, dari tahun 2011 hingga 2013 memang jumlah ini terus meningkat khususnya di Jakarta. Penderita kanker serviks banyak dialami anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas).
Kanker serviks dapat dicegah melalui dua cara, secara primer atau sekunder. Pencegahan pimer Dilakukan melalui pencegahan infeksi HPV, meliputi edukasi, penyuluhan termasuk cara-cara melindungi diri dari faktor penyebab. Pencegahan primer yang paling efektif dinilai dengan vaksinasi. Pencegahan sekunder dilakukan dengan menemukan kanker pada kondisi prakanker, dengan deteksi dini atau skrining misalnya tes papsmear atau IVA (inspeksi Visual Asam Asetat). Pencegahan tersier Memberikan pengobatan yang sesuai dan tepat dan sesegera mungkin (http://health.liputan6.com/read/586784/setiap-2-jam-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks)
Sangat ironis, padahal yang namanya kanker serviks dapat dicegah. Sungguh ironis malah kebanyakan yang terkena kanker serviks justru malah para remaja. Mengapa demikian? Kurangnya sosialisasi dan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kebersihan miss V menjadi salah satu faktor utama. Bukan hanya dengan melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin tetapi juga dengan cara menjaga kebersihan daerah miss V. Sebut saja dari pemilihan bahan yang digunakan sebagai celana dalam. Banyak sekali wanita yang salah kaprah dalam memilih bahan yang baik dan nyaman di gunakan untuk menjaga miss V. Beberapa jenis kain yang bagus untuk celana dalam katun, lycra, kain serat bambu, kashmir dan microfiber. 

 Berikut ini ada beberapa tips yang tepat dalam merawat miss V

  1. Menggunakan Sabun Pembersih Setiap Hari. Ada baiknya mulai mengurangi penggunaan sabun pembersih miss V secara harian/rutin. Hal ini untuk menjaga keasaman alami miss V dan bakteri baik yang melindunginya. Bahkan menurut Elizabeth Steward, seorang direktur dari Vulvovaginal Service di Harvard Vanguard Medical Association, AS, wanita tidak perlu menggunakan sabun pembersih dan penyegar. Bila Anda merasa gatal, bersihkan miss V dengan air hangat, kemudian basuh dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Gunakan pakaian dalam yang bersih setelahnya.
  2. Penggunaan Pantyliner/Pembalut. Kebanyakan wanita masih kurang kesadaran untuk mengganti pantyliner atau pembalutnya secara rutin. Idealnya, wanita perlu mengganti pembalut setiap 3 jam sekali di beberapa hari pertama dan 6 jam sekali menjelang akhir masa menstruasi. Sedangkan untuk penggunaan pantyliner, sebaiknya diganti setiap 6 jam sekali. Hal ini untuk mengurangi kelembaban berlebih di area vagina, karena dapat menimbulkan resiko keputihan dan tidak nyaman.
  3. Menggunakan Bedak di Area Miss V. Bagi beberapa wanita, mereka merasa perlu menggunakan bedak di sekitar lipatan paha untuk mengurangi gerah. Namun sebenarnya tindakan ini cukup beresiko karena penggunaan jangka panjang bisa membahayakan kesehatan miss V. Sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang berbahan katun dan menghindari celana dalam maupun celana bawahan yang ketat. Selain itu, hindari terlalu lama duduk sambil melipat kaki (kaki satu bertumpu di kaki yang lain), Hal ini juga potensi membuat area miss V tidak nyaman dan berkeringat. Pose melipat kaki juga tidak disarankan karena mengganggu sirkulasi darah yang penting di sekitar area duduk Anda (paha, pinggul dan punggung bawah).
  4. Tak Memperhatikan Siklus Menstruasi. Siklus menstruasi merupakan indikasi kondisi kesehatan miss V. Bila Anda mengalami flek sebelum menstruasi atau mengalami menstruasi terlambat, atau bahkan belum juga menstruasi dalam sebulan atau dua bulan, hal ini menjadi bahasa tubuh Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Mungkin hal ini bisa jadi gejala dari stres ringan, namun bisa juga menjadi gejala penyakit. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengarahan dan tips mengatasinya.
Ada baiknya Anda mulai mencoba mengecek kondisi Anda dan membiasakan kebiasaan baik dalam merawat Miss V. Perawatan yang tepat akan menjauhkan Anda dari berbagai masalah kesehatan.

Peduli miss V


http://ts3.mm.bing.net/th?id=H.4624504140005538&pid=15.1
Bagi setiap wanita yang sudah masuk akil baligh dan mengalami menstruasi, pasti sering di buat bingung karena saat ini ada banyak sekali produk - produk pembalut yang terjual bebas di pasaran. Semua sih tergantung selera masing - masing dalam memilih dan juga tergantung kondisi keuangan ya :) Sebenarnya, ada hal yang lebih penting yang perlu kita ketahui selain dari merek - merek pembalut dengan berbagai iklan yang menarik. 

Berikut ini beberapa hal menyangkut pembalut yang saya rangkum dari beberapa sumber yang penting banget untuk di ketahui. 
  • Pernah ngalamin yang namanya iritasi saat pemakaian pembalut? hal ini dikarenakan alergi yang sumbernya bisa dari bahan pembalutnya, sayap (pembalut dengan wing), dan juga parfum yang terdapat pada pembalut. Sebaiknya, bila terjadi iritasi segera di ganti pemakaian produk tersebut. 
  • Menurut Dr. Boyke, pemberian pemutih atau pewangi buatan pada pembalut, maka dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi, yang bisa berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi.
  • dr Rachmad Poedyo Armanto SpOG mengatakan, tingkat keasaman vagina berkisar pada pH 4,5. Menstruasi justru menghasilkan bahan sekresi yang cenderung bersifat basa. Karena itu, darah haid di pembalut yang tidak segera dibersihkan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri ataupun jamur. Saat sedang banyak, di anjurkan mengganti pembalut 2 jam sekali dan saat sedang normal sebaiknya tiap 4 sampai 5 jam sekali.  
  • Pembalut yang sering anda gunakan tidak 100% terbuat dari bahan baku kapas, biasanya menggunakan campuran serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang sehingga dapat menghemat produki. Bahan baku campuran tersebut dikhawatirkan akan memicu timbulnya bakteri dan kuman yang menyebabkan bau dan gatal pada area kewanitaan anda. Pencampuran zat kimia seperti DIOXIN untuk proses pemutihan yang memicu reaksi alergi untuk pengguna yang tidak cocok.
  • Pilih pembalut dengan bahan yang berkualitas dan nyaman. Yang daya tampungnya besar dan tidak mudah bergeser ke kiri dan kanan. Jangan mudah terpengaruh sama iklan. Pembalut berkualitas dan nyaman belum tentu harganya mahal. Dan penting banget cermat dalam memilih pembalut.
Setelah kita tahu beberapa fakta di atas, ada baiknya kita mengenali bahan yang dipakai oleh produk pembalut kita. Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan dalam menguji pembalut yang kita pakai. 
  1. Mulailah dengan menyuntikan 35-50 ml/cc air pada permukaan pembalut kemudian diamkan selama 1-3 menit lalu tekan dengan selembar tisu. Tisu yang anda gunakan untuk menekan menjadi alat ukur apakah pembalut anda aman digunakan atau tidak. Jika terdapat air (tisu basah) kemungkinan daya serap pembalut yang sering anda gunakan rendah sehingga kurang baik.
  2. Untuk mengetahui bahan baku pembalut, sediakan setengah gelas air putih dengan menggunakan gelas bening dan pengaduk. Sobek pembalut anda, kemudian bagian dalamnya masukan ke dalam gelas yang tersedia untuk mengetahui inti pembalut anda kemudian aduk. Jika bagian inti hancur dan menyebabkan air menjadi keruh. Hal ini menandakan pembalut menggunakan bahan yang kurang baik atau kertas daur ulang.
Sekarang, setelah kita tahu mengenai info penting ini, kita harus lebih aware terhadap diri kita sendiri. Percuma kita memakai pembalut mahal tapi kita malas untuk mengganti. Lagipula Allah menyukai hal - hal yang bersih dan indah.

“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”