Rabu, 02 Oktober 2013

Kanker serviks dan wanita

Saat ini, banyak pembalut – pembalut beredar di sekeliling kita. Di tambah lagi marak iklan – iklan pembalut yang dapat menghipnotis mata para konsumennya. Harga pun bersaing, tentu bagi orang awam harga menjadi patokan. Bagaimana tidak, semakin melonjaknya harga – harga kebutuhan dan sulitnya peningkatkan pendapatan membuat orang menyepelekan masalah pembalut yang dibeli. 

Dari 50.902 wanita subur di Jakarta, sekitar 3,64% positif menderita kanker serviks. Atau setiap tiga hari, ada dua wanita meninggal akibat kanker serviks (hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jakarta di rumah-rumah sakit dan puskesmas di Jakarta). Menurut Kepala Dinas kesehatan Pusat DKI Jakarta, Dien Emmawati, dari tahun 2011 hingga 2013 memang jumlah ini terus meningkat khususnya di Jakarta. Penderita kanker serviks banyak dialami anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas).
Kanker serviks dapat dicegah melalui dua cara, secara primer atau sekunder. Pencegahan pimer Dilakukan melalui pencegahan infeksi HPV, meliputi edukasi, penyuluhan termasuk cara-cara melindungi diri dari faktor penyebab. Pencegahan primer yang paling efektif dinilai dengan vaksinasi. Pencegahan sekunder dilakukan dengan menemukan kanker pada kondisi prakanker, dengan deteksi dini atau skrining misalnya tes papsmear atau IVA (inspeksi Visual Asam Asetat). Pencegahan tersier Memberikan pengobatan yang sesuai dan tepat dan sesegera mungkin (http://health.liputan6.com/read/586784/setiap-2-jam-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks)
Sangat ironis, padahal yang namanya kanker serviks dapat dicegah. Sungguh ironis malah kebanyakan yang terkena kanker serviks justru malah para remaja. Mengapa demikian? Kurangnya sosialisasi dan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kebersihan miss V menjadi salah satu faktor utama. Bukan hanya dengan melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin tetapi juga dengan cara menjaga kebersihan daerah miss V. Sebut saja dari pemilihan bahan yang digunakan sebagai celana dalam. Banyak sekali wanita yang salah kaprah dalam memilih bahan yang baik dan nyaman di gunakan untuk menjaga miss V. Beberapa jenis kain yang bagus untuk celana dalam katun, lycra, kain serat bambu, kashmir dan microfiber. 

 Berikut ini ada beberapa tips yang tepat dalam merawat miss V

  1. Menggunakan Sabun Pembersih Setiap Hari. Ada baiknya mulai mengurangi penggunaan sabun pembersih miss V secara harian/rutin. Hal ini untuk menjaga keasaman alami miss V dan bakteri baik yang melindunginya. Bahkan menurut Elizabeth Steward, seorang direktur dari Vulvovaginal Service di Harvard Vanguard Medical Association, AS, wanita tidak perlu menggunakan sabun pembersih dan penyegar. Bila Anda merasa gatal, bersihkan miss V dengan air hangat, kemudian basuh dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Gunakan pakaian dalam yang bersih setelahnya.
  2. Penggunaan Pantyliner/Pembalut. Kebanyakan wanita masih kurang kesadaran untuk mengganti pantyliner atau pembalutnya secara rutin. Idealnya, wanita perlu mengganti pembalut setiap 3 jam sekali di beberapa hari pertama dan 6 jam sekali menjelang akhir masa menstruasi. Sedangkan untuk penggunaan pantyliner, sebaiknya diganti setiap 6 jam sekali. Hal ini untuk mengurangi kelembaban berlebih di area vagina, karena dapat menimbulkan resiko keputihan dan tidak nyaman.
  3. Menggunakan Bedak di Area Miss V. Bagi beberapa wanita, mereka merasa perlu menggunakan bedak di sekitar lipatan paha untuk mengurangi gerah. Namun sebenarnya tindakan ini cukup beresiko karena penggunaan jangka panjang bisa membahayakan kesehatan miss V. Sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang berbahan katun dan menghindari celana dalam maupun celana bawahan yang ketat. Selain itu, hindari terlalu lama duduk sambil melipat kaki (kaki satu bertumpu di kaki yang lain), Hal ini juga potensi membuat area miss V tidak nyaman dan berkeringat. Pose melipat kaki juga tidak disarankan karena mengganggu sirkulasi darah yang penting di sekitar area duduk Anda (paha, pinggul dan punggung bawah).
  4. Tak Memperhatikan Siklus Menstruasi. Siklus menstruasi merupakan indikasi kondisi kesehatan miss V. Bila Anda mengalami flek sebelum menstruasi atau mengalami menstruasi terlambat, atau bahkan belum juga menstruasi dalam sebulan atau dua bulan, hal ini menjadi bahasa tubuh Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Mungkin hal ini bisa jadi gejala dari stres ringan, namun bisa juga menjadi gejala penyakit. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengarahan dan tips mengatasinya.
Ada baiknya Anda mulai mencoba mengecek kondisi Anda dan membiasakan kebiasaan baik dalam merawat Miss V. Perawatan yang tepat akan menjauhkan Anda dari berbagai masalah kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar