Berikut ini beberapa hal menyangkut pembalut yang saya rangkum dari beberapa sumber yang penting banget untuk di ketahui.
- Pernah ngalamin yang namanya iritasi saat pemakaian pembalut? hal ini dikarenakan alergi yang sumbernya bisa dari bahan pembalutnya, sayap (pembalut dengan wing), dan juga parfum yang terdapat pada pembalut. Sebaiknya, bila terjadi iritasi segera di ganti pemakaian produk tersebut.
- Menurut Dr. Boyke, pemberian pemutih atau pewangi buatan pada pembalut, maka dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi, yang bisa berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi.
- dr Rachmad Poedyo Armanto SpOG mengatakan, tingkat keasaman vagina berkisar pada pH 4,5. Menstruasi justru menghasilkan bahan sekresi yang cenderung bersifat basa. Karena itu, darah haid di pembalut yang tidak segera dibersihkan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri ataupun jamur. Saat sedang banyak, di anjurkan mengganti pembalut 2 jam sekali dan saat sedang normal sebaiknya tiap 4 sampai 5 jam sekali.
- Pembalut yang sering anda gunakan tidak 100% terbuat dari bahan baku kapas, biasanya menggunakan campuran serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang sehingga dapat menghemat produki. Bahan baku campuran tersebut dikhawatirkan akan memicu timbulnya bakteri dan kuman yang menyebabkan bau dan gatal pada area kewanitaan anda. Pencampuran zat kimia seperti DIOXIN untuk proses pemutihan yang memicu reaksi alergi untuk pengguna yang tidak cocok.
- Pilih pembalut dengan bahan yang berkualitas dan nyaman. Yang daya tampungnya besar dan tidak mudah bergeser ke kiri dan kanan. Jangan mudah terpengaruh sama iklan. Pembalut berkualitas dan nyaman belum tentu harganya mahal. Dan penting banget cermat dalam memilih pembalut.
Setelah kita tahu beberapa fakta di atas, ada baiknya kita mengenali bahan yang dipakai oleh produk pembalut kita. Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan dalam menguji pembalut yang kita pakai.
- Mulailah dengan menyuntikan 35-50 ml/cc air pada permukaan pembalut kemudian diamkan selama 1-3 menit lalu tekan dengan selembar tisu. Tisu yang anda gunakan untuk menekan menjadi alat ukur apakah pembalut anda aman digunakan atau tidak. Jika terdapat air (tisu basah) kemungkinan daya serap pembalut yang sering anda gunakan rendah sehingga kurang baik.
- Untuk mengetahui bahan baku pembalut, sediakan setengah gelas air putih dengan menggunakan gelas bening dan pengaduk. Sobek pembalut anda, kemudian bagian dalamnya masukan ke dalam gelas yang tersedia untuk mengetahui inti pembalut anda kemudian aduk. Jika bagian inti hancur dan menyebabkan air menjadi keruh. Hal ini menandakan pembalut menggunakan bahan yang kurang baik atau kertas daur ulang.
Sekarang, setelah kita tahu mengenai info penting ini, kita harus lebih aware terhadap diri kita sendiri. Percuma kita memakai pembalut mahal tapi kita malas untuk mengganti. Lagipula Allah menyukai hal - hal yang bersih dan indah.
“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari
Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal
yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang
menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu
bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar